Tampilkan postingan dengan label Geologi Rekayasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geologi Rekayasa. Tampilkan semua postingan

04 Maret, 2011

Pengantar Geologi Teknik

Untuk memberi batasan tentang apa yang disebut Geologi, tentu tidak terlepas dari apa yang menjadi objek kajiannya. Termasuk didalamnya adalah penyelidikan tentang batuan yang membentuk kerak bumi dan bagaimana penyebarannya di atas serta di dalam bumi. Geologi merupakan ilmu terpadu, yang tidak terlepas hubungannya dengan ilmu-ilmu lain yang biasanya di sebut sebagai cabang ilmu geologi, diantaranya:
  • Mineralogi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari mineral atau bahan utama yang membentuk kerak bumi;
  • Petrologi, Yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari klasifikasi batuan serta berbagai cara terjadinya batuan;
  • Paleontologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari pembatuan dari sisa-sisa binatang purba atau tumbuh-tumbuhan purba;
  • Geologi sejarah, yaitu ilmu pengrtahuan yang mempelajari urutan dari satuan-satuan waktu serta kejadian-kejadian dan perubahan-perubahan selama sejarah bumi;
  • Geologi Ekonomi, yaitu ilmi pengetahuan yang mempelajari endapan-endapan serta mineral-mineral yang memiliki nilai ekonomi penting dalam kehidupan sehari-hari;
  • Geofisika, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat-sfat fisika bumi. Misalnya : gaya berat, gejala magnetis bumi;
  • Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan sediment, meliputi deskripsi, klasifikasi dan proses pembentukan batuan sediment;
  • Geologi Struktur, adalah ilmu yang mempelajari arsitektur kerak bumi dan proses pembentukannya;
  • Geomorfologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari bentuk-bentuk muka bumi yang terjadi karena kekuatan-kekuatan yang bekerja di atas dan di dalam bumi; dan
  • Geologi Teknik, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penggunaan geologi dalam lapangan pekerjaan teknik.

28 Februari, 2011

Batuan Beku

Batuan beku atau batuan igneus (dari bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. Menurut para ahli seperti Turner dan Verhoogen (1960), F. F Groun (1947), Takeda (1970), magma didefinisikan sebagai cairan silikat kental yang pijar terbentuk secara alamiah, bertemperatur tinggi antara 1.500–2.500 oC dan bersifat mobile (dapat bergerak) serta terdapat pada kerak bumi bagian bawah.